Diet MediterAsian Jadi Rahasia Umur Panjang

Info Berita Indo – Menjalani pola makan atau Diet MediterAsian dapat membantu seseorang memiliki umur panjang. Penulis buku terlaris tentang diet, dokter William Li, MD, membeberkan rahasia diet agar panjang umur. 

Diet MediterAsian terinspirasi dari perpaduan unik budaya makan terpopuler di dunia, yakni Mediterania dan Asia. Menurut dokter William, pola makan ini memengaruhi tubuh dalam melawan penyakin hingga memiliki umur panjang. 

Dokter William menjelaskan, terdapat enam makanan pokok dalam diet MediterAsian. Enam makanan pokok tersebut mencakup sebagai berikut. 

6 Makanan Pokok Diet MediterAsian

  1. Buah-buahan

Ada sejumlah buah yang direkomendasikan dalam diet ini. Salah satunya adalah apel. Dokter William menyebut, mengonsumsi tiga buah apel dalam sehari dapat membantu mengurangi lemak tubuh. 

Selain apel, ada buah pir yang dianggap sebagai sumber serat yang baik untuk menjaga kesehatan usus. Selanjutnya, grape fruit yang kaya akan vitamin C dan sumber antioksidan. 

Buah alpukat juga bisa menjadi sumber lemak sehat dan asam lemak tak jenuh yang membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah. 

  1. Sayuran

Untuk memiliki umur panjang, sayuran menjadi menu wajib dalam diet MediterAsian. Adapun sejumlah sayuran yang direkomendasikan. Seperti brokoli, sayuran yang mengandung sulforaphane. Kandungan ini disebut bisa melindungi sel punca, meningkatkan kesehatan usus, dan memperkuat respons imun. 

Kedelai juga bisa menjad makanan yang baik untuk melawan penyakit kardiovaskular dan diabetes. Kemudian ada wortel yang menjadi sumber serat makanan yang baik untuk kesehatan usus. 

Sumber serat lainnya juga bisa diperoleh dari jamur. Sayuran satu ini mengandung serat larut beta-D-glucan yang dapat merangsang pertahanan tubuh dalam penyembuhan luka dan mencegah kanker. 

  1. Kacang-kacangan

Kacang lentil menjadi rekomendasi makanan dari kelas kacang-kacangan dalam diet MediterAsian. Lentil sangat populer sebagai masakan ala Mediterania. Sebab jenis kacang ini mengandung 18 gram serat dalam satu porsinya.

  1. Minyak zaitun

Jenis minyak zaitun yang paling direkomendasikan adalah extra virgin olive oil (EVOO). Jenis ini mengacu pada minyak yang tidak disuling dan lebih banyak mengandung polifenol. Kandungan tersebut bisa mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. 

  1. Makanan Laut

Makanan laut menjadi sumber pangan di kawasan Asia dan Mediterania yang dikelilingi perairan. Sehingga, diet ini merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan laut untuk disantap sehari-hari. 

Salmon menjadi makanan laut yang dirokemendasikan dalam pola makan ini. Sebab mengandung omega-3 dan menjadi sumber protein. Selain itu, ada telur ikan Roe dan ikan sarden yang mampu mengoptimalkan metabolisme dan menurunkan kolesterol. 

  1. Minuman sehat

Salah satu minuman sehat yang direkomendasikan adalah matcha. Jenis teh ini dapat melawan efek metabolisme dari diet tinggi lemak. Adapun teh oolong yang juga direkomendasikan. Studi di Amerika menunjukkan, minum enam cangkir teh oolong dalam seminggu membantu meningkatkan metabolisme tubuh secara keseluruhan. 

Sumber: Kompas