Dirut Pertamina Akan Melakukan Akuisisi 35% Hak Partisipasi Saham Shell di Blok Masela

Info Berita Indo – PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan komitmennya untuk melakukan akuisisi 35 persen hak partisipasi (PI) yang ingin dilepas oleh Shell Upstream Overseas Ltd di Blok Masela. Langkah ini diambil dengan tujuan meningkatkan nilai kapitalisasi atau market cap perusahaan migas pelat merah tersebut.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan bahwa perusahaan memiliki kepentingan untuk segera mengambil alih aset yang telah terbengkalai tersebut. Selain meningkatkan nilai perusahaan, pengambilalihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara serta daerah sekitar Blok Masela di masa depan.

Nicke mengungkapkan dalam media briefing capaian kinerja Pertamina 2022, “Yang harus segera kita finalkan itu Blok Masela, giant block ini bisa segera dengan masuknya Pertamina, komitmen kami sesegera mungkin bisa mengembangkannya agar gas di dalam perut bumi ini bisa dimonetisasi.”

Namun, Nicke belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai progres pengambilalihan saham Shell karena terikat oleh non-disclosure agreement (NDA). Hal ini menunjukkan bahwa proses akuisisi sedang berlangsung dan informasi lebih lanjut akan diungkapkan pada waktu yang ditentukan.

Pertamina juga telah mengalokasikan pendanaan yang cukup besar untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan kegiatan akuisisi dan eksplorasi lapangan potensial pada tahun ini. Subholding Upstream Pertamina telah mengalokasikan capex sebesar US$5,7 miliar atau sekitar Rp86,26 triliun pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 78,12 persen dibandingkan realisasi anggaran pada tahun 2022 yang sebesar US$3,2 miliar atau setara dengan Rp48,47 triliun.

Alokasi belanja modal untuk rencana merger dan akuisisi PHE juga mengalami peningkatan signifikan menjadi US$1,5 miliar atau sekitar Rp22,7 triliun pada tahun ini. Sementara itu, realisasi anggaran yang digunakan untuk merger dan akuisisi pada tahun 2021 dan 2022 hanya sebesar masing-masing US$41 juta dan US$27 juta.

Nicke menjelaskan, “Motor terbesar investasi kita terbesar di PHE, ada beberapa akuisisi yang harus kita lakukan karena kita tidak bisa secara konvensional saja pengembangannya tapi juga unkonvensional, salah satunya Masela.”

Pertamina membutuhkan anggaran sekitar US$1,4 miliar atau setara dengan Rp21 triliun untuk mengakuisisi 35 persen PI Shell di Blok Abadi Masela. Data dari SKK Migas menunjukkan bahwa Shell telah mengucurkan US$875 juta untuk mengakuisisi 35 persen PI di Blok Abadi Masela dan telah menginvestasikan total dana sebesar US$1,4 miliar untuk pengembangan lapangan tersebut.

Selain itu, Pertamina juga harus menyiapkan anggaran sekitar US$6,3 miliar untuk modal kerja di Masela dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Ini menunjukkan bahwa Pertamina memiliki komitmen jangka panjang dalam mengembangkan potensi Blok Masela.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasfrif, telah memastikan bahwa perjanjian jual beli saham (sales and purchase agreement/SPA) hak pengelolaan Shell di Blok Masela kepada konsorsium Pertamina akan disepakati akhir bulan ini. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam perundingan antara kedua belah pihak.

Arifin mengatakan, “Insya Allah akhir bulan ini akan sudah kita selesaikan, perjanjian jual alih sahamnya sudah ada titik temu.” Ini mengindikasikan bahwa perjanjian akuisisi sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan segera diselesaikan.

Pertamina telah menjalin kerjasama dengan perusahaan migas asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas), sebagai anggota konsorsium dalam akuisisi Shell tersebut. Kerjasama ini menunjukkan upaya Pertamina untuk melibatkan pihak-pihak terkait dalam pengembangan Blok Masela.

Dengan upaya Pertamina untuk mengambil alih hak partisipasi di Blok Masela, diharapkan potensi gas di dalam perut bumi ini dapat dimaksimalkan untuk kepentingan perusahaan dan negara. Akuisisi ini juga memberikan peluang baru bagi Pertamina dalam meningkatkan eksplorasi dan kegiatan di sektor hulu migas.

Sumber : bisnis.com