Luhut Panjaitan Mendorong Ekspor Lithium Australia ke Indonesia

Info Berita Indo – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Panjaitan, meminta Australia untuk meningkatkan ekspor lithium sebesar 60 ribu ton ke Indonesia.

Menurut Luhut, Australia mengakui bahwa kebijakan hilirisasi yang diterapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat baik. Apresiasi tersebut membawa Australia setuju untuk mengekspor 60 ribu ton lithium yang akan diproses di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

“Namun, saya berkata, bolehkah kita menambah 60 ribu ton lagi? Di mana mereka ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut. Jadi, kita melakukannya secara bersama-sama dan mereka setuju. Saya rasa ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Luhut Panjaitan dalam akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, pada Jumat (7/7).

Luhut Panjaitan mengungkapkan bahwa meskipun terdapat keraguan terhadap kebijakan hilirisasi, program yang menjadi inisiatif Jokowi ini mendapatkan apresiasi dan pujian dari banyak negara. Ia menegaskan bahwa hilirisasi dapat mendorong Indonesia naik kelas menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada generasi muda untuk berani melawan hambatan dari negara lain. Sebagai seorang menteri serba bisa, Luhut meminta agar Indonesia tidak mau diatur oleh negara-negara maju.

“Jadi, kalian harus berani mengatakan, ‘Hey, ini adalah Indonesia baru, Indonesia maju’. Karena kita harus kompak, jadi jangan biarkan negara lain mengatur kita,” tegas Luhut.

“Selama itu saling menguntungkan, Indonesia juga ingin menjadi negara maju. Bukankah hanya kalian yang ingin menjadi negara maju?” tambahnya.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) meminta Indonesia untuk mengkaji kembali larangan ekspor bijih nikel dan komoditas mentah lainnya.

Tantangan dalam implementasi hilirisasi tidak hanya datang dari IMF. Pemerintah juga pernah digugat oleh Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Uni Eropa memprotes kebijakan Jokowi yang menghentikan ekspor bahan mentah tersebut. WTO akhirnya memutuskan bahwa Indonesia kalah dalam gugatan tersebut.

Dengan adanya dorongan ekspor lithium dari Australia, diharapkan Indonesia dapat memperkuat sektor industri hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Langkah ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan peran Indonesia di kancah global.

Sumber : cnnindonesia.com