PBB Peringatkan Ancaman Kelaparan Global: Aksi Serangan Udara Rusia Berdampak Pada Krisis Pangan!

Info Berita IndoPerserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mengeluarkan peringatan serius tentang risiko kelaparan dan krisis pangan yang mengancam jutaan orang di negara-negara miskin di seluruh dunia. Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths, telah menyampaikan pesan yang menggetarkan hati kepada Dewan Keamanan bahwa aksi serangan udara Rusia terhadap terminal gandum di Ukraina dan penarikan diri Moskow dari kesepakatan laut hitam telah menyebabkan efek domino harga makanan yang tinggi, mengancam kesejahteraan banyak orang.

Krisis pangan global semakin mendekati pintu, dengan banyak masyarakat dunia berada dalam bahaya kelaparan dan bahkan risiko kematian akibat keputusan-keputusan berbahaya ini. Serangan yang dilancarkan Rusia terhadap fasilitas ekspor makanan Ukraina dan ancaman krisis pangan telah membuat situasi semakin genting.

Masyarakat internasional menyaksikan dengan sedih bagaimana fasilitas gandum Ukraina menjadi target empuk dalam upaya Moskow untuk menghindari sanksi dengan mengeksploitasi koridor laut hitam. Negosiasi diplomatik telah gagal, dan akibatnya serangan udara ke fasilitas terminal gandum terus berlangsung, menghancurkan pasokan pangan yang sangat dibutuhkan.

Dalam serangan terbaru, api berkobar di antara bangunan-bangunan logam yang hancur, mengirimkan pesan kelaparan dan kehancuran bagi masyarakat yang sangat membutuhkan. Bahkan, seorang gubernur wilayah di Ukraina melaporkan kerugian besar dengan 100 ton kacang polong dan 20 ton jelai yang hancur akibat serangan tersebut.

Konflik ini semakin rumit dengan tuduhan dan balasan dari kedua belah pihak. Rusia menyatakan serangan tersebut sebagai bentuk pembalasan atas serangan teroris dari pihak Ukraina, sementara Ukraina memberikan peringatan serupa terhadap kapal-kapal yang menuju Rusia.

Dalam kondisi seperti ini, harga kontrak berjangka gandum di pasar internasional meningkat drastis, memicu kekhawatiran atas harga pangan yang semakin tinggi. Menurut PBB, kesepakatan koridor laut hitam yang kini mundur dari meletakkan dasar untuk menurunkan harga makanan secara global.

Situasi semakin tegang karena Rusia menegaskan bahwa mereka tidak akan kembali masuk ke dalam kesepakatan tersebut kecuali ada persyaratan yang lebih menguntungkan bagi penjualan makanan dan pupuk mereka. Sementara itu, pemimpin Barat menuduh Moskow berusaha menghindari dampak sanksi dengan memanfaatkan kesepakatan yang telah dicabut tersebut.

Dalam momen seperti ini, masyarakat internasional harus bersatu untuk menyelesaikan krisis pangan ini. Kolaborasi dan negosiasi yang konstruktif harus diutamakan untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Kita berharap pemerintah-pemerintah di seluruh dunia dapat memprioritaskan upaya menangani krisis pangan dan memastikan keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, dukungan dan bantuan dari masyarakat internasional juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman kelaparan global ini. Semoga, dengan kerja sama dan tekad yang kuat, kita dapat mengatasi krisis pangan ini dan memastikan kesejahteraan bagi semua orang di seluruh dunia.

Sumber : cnbcindonesia.com