Lika-liku Redenominasi Mata Uang Indonesia, Banyak Yang Belum Tahu!

redenomisasi mata uang

infoberitaindo.com,- Ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui isu redenominasi. Padahal hal ini telah hadir di Indonesia pada 1965, lalu muncul kembali isunya pada 2010, 2017, hingga 2023.

Sejumlah pedagang dan konsumen masih banyak yang tak tahu soal redenominasi, beberapa di antara mereka mengaku pernah mendengar istilahnya walaupun tidak mengerti maksudnya. Namun ada juga beberapa pedagang juga mengetahui tentang isu pengurangan “nol” dalam rupiah ini, dikatakan bahwa dengan penyederhanaan penulisan nilai mata uang memberikan kesan simpel, singkat, dan enak dilihat bagi konsumen yang melihatnya. Tentu isu redenominasi ini menjadi hal yang cukup memudahkan bagi beberapa individu.

Dikutip dari siaran pers BI tertanggal Agustus 2010, tercantum penjelasan bahwa redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang.

Redenominasi adalah penyederhanaan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran atau uang. Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Pada 2010, Bank Indonesia (BI) sebenarnya sudah pernah merencanakan lima tahapan pelaksanaan pengurangan “nol” dalam rupiah ini. Pada tahap pertama, yaitu pada 2010, BI melakukan studi banding tentang redenominasi di beberapa negara.

Tahap kedua, tepatnya pada 2011-2012 merupakan masa sosialisasi. Tahap ketiga (2013-2015) merupakan masa transisi ketika ada dua kuotasi penyebutan nominal uang.

Kemudian pada tahap keempat atau tepatnya 2016-2018, BI akan memastikan uang lama yang belum dipotong jumlah nolnya akan benar-benar habis dengan batas penarikan pada 2018.

Pada tahun 2019-2020, merupakan tahap kelima sebagai tahap terakhir, keterangan baru dalam uang cetakan baru akan dihilangkan. Masyarakat siap melakukan pembayaran dengan uang yang telah diredenominasi.

RUU mengenai hal ini sebetulnya telah dimasukkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke dalam rencana strategis Kementerian Keuangan 2020-2024. Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020. Sayangnya, RUU ini tidak dilanjutkan proses legislasinya. Salah satu kendala adalah pandemi yang terjadi pada awal 2020”.  gimana, sudah siap dengan redenominasi rupiah?

Sumber: CNBC Indonesia